Advertisement

Wanita

Menu Atas

Aksi Demo Tuntut Perbekel Sudaji Mundur, Perbekel Fajar tegaskan Tidak Ada Intervensi di Adat

Redaksi Media
Jumat, 07 Maret 2025 | Jumat, Maret 07, 2025 WIB Last Updated 2025-03-06T18:52:17Z

Berita Nusra -- Aksi demontrasi dilakukan warga Dadia Agung Pasek Gel-Gel Sudaji dengan mendatangi Kantor Perbekel dan mendesak Perbekel Desa Sudaji, Made Ngurah Fajar Kurniawan untuk mengundurkan diri. Ia dituduh terlalu mencampuri urusan Desa Adat.


Ratusan warga Sudaji Kecamatan Sawan ini, dengan dikawal ketat kepolisian dan TNI ramai ramai mendatangi Kantor Perbekel dengan membawa berbagai spanduk yang disertai dengan orasi, sejumlah perwakilan diizinkan masuk untuk menyampaikan aspirasi warga tersebut.


Gede Arta Yasa, salah satu perwakilan warga menyebutkan, adanya keterlibatan perbekel, Ketua BPD dan Ketua LPM yang intervensi terhadap pemilihan bendesa adat.



“Yang dicalonkan bendesa yakni ketua BPD. Logikanya dia ingin menguasai desa adat dan dinas. Kenapa desa adat dilirik, kemungkinan karena ada LPD, dengan aset cukup besar. Kegiatan Purnama, Tilem kita selalu diganggu, oknum ini jumlahnya 10-15 datang terus intimidasi pemimpin adat yang sudah diputuskan sah secara hukum melalui Majelis Desa Adat Provinsi. Ini mau diganggu gugat,” sebut Arta Yasa.


Hal lain menurut Arta Yasa adanya keterlibatan orang-orang dekat perbekel yang justru kemudian memicu kemarahan warga, sehingga aksi demo yang dilakukan merupakan bentuk kebersamaan untuk menuntut Perbekel mengundurkan diri dari jabatannya. “Kejadian pada Hari Tilem di Pura Dalem ini menjadi pemicu kemarahan warga. Salah satu pengurus adat disebut mendapat makian yang tidak pantas,” bebernya.


Ia  juga meminta Pemkab Buleleng untuk turun tangan menyelesaikan persoalan yang terjadi dan nantinya akan melayangkan kronologis yang terjadi sehingga mendapatkan perhatian serius.


“Nanti upaya hukumnya, bersurat resmi ke Bupati tembusan ke Kejaksaan ke Kepolisian untuk segera menyidik, atas permintaan krama Sudaji didukung oleh petisi. Bapak Bupati saya mohon segera tindak lanjuti, karena tuntutan masyarakat seperti ini saya pikir tidak bisa biarkan harus segera dieksekusi,” tegas Arta Yasa.


Menanggapi Aksi warganya, Perbekel Sudaji Made Ngurah Fajar Kurniawan menegaskan tidak ada upaya intervensi berkaitan dengan Desa Adat, hanya saja dirinya sebagai perbekel hanya menjalankan tugas sesuai dengan aturan yang ada.


“Itu sudah kita lakukan untuk undang mediasi, namun dari pihak prajuru adat kita tidak hadir. Akhirnya kita koordinasi masyarakat ngotot ke MDA, daripada ada sesuatu kita mendampingi. Kita damping masyarakat sampaikan aspirasi. Apa yang jadi permasalahan di desa kita sampaikan, mohon petunjuk,” terangPerbekel Fajar.


Sementara, dalam aksi yang dilakukan warga membentangkan sejumlah spanduk yang bertuliskan “Warga Desa Sudaji Menyapa Pak Mekel Dan Aliansi, Mari Kita Ngopi Pak Mekel”, “Kami Bosan di Intimidasi Oleh Kroni Kroninya Kepala Desa”, “Alokasi Anggaran BKK Provinsi 1 Milyar Yang Tidak Jelas Pertanggung-jawabannya”, serta sejumlah spanduk lainnya.***

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Aksi Demo Tuntut Perbekel Sudaji Mundur, Perbekel Fajar tegaskan Tidak Ada Intervensi di Adat

Trending Now


 

Iklan

Iklan