BERITANUSRA.ID- Suasana pagi Dusun Gayam, Desa Purnama, Kecamatan Tegalampel, Bondowoso, terasa berbeda pada Sabtu (7/6). Semilir kumandang takbir yang biasanya menjadi penanda hari raya Iduladha, kini bersahut dengan suara gemericik air. Menjadi pertanda kehidupan yang lebih baik mulai dirasakan.
Bukan hanya air yang membawa kehidupan. Tahun ini, untuk pertama kalinya, daging qurban pun hadir di atas piring warga.
Dusun Gayam dikenal sebagai wilayah perbukitan krisis air yang selama ini tak pernah merasakan daging qurban layaknya umat muslim di bulan Dzulhijjah umumnya.
Berpuluh-puluh tahun, sekitar 150 keluarga tak pernah menyantap hewan qurban sekalipun.
"Saya dari kecil di sini, tidak pernah merasakan daging qurban sama sekali," ujar Santono yang usianya telah mencapai setengah abad itu.
Meski tak pernah merasakan daging qurban, warga Dusun Gayam tak mau ketinggalan momen Iduladha. Demi menjaga silaturahmi dan mempererat kekerabatan meski tanpa daging, warga selama ini membuat nasi berkat.
Setiap keluarga diwajibkan membawa 4 porsi untuk dibawa ke masjid menjelang Shalat Eid. Seusai shalat, berkat-berkat yang telah terkumpul kemudian digilir untuk dibagikan kembali secara acak kepada seluruh warga.
“Menunya sederhana, tidak ada daging, karena memang tidak ada qurban,” ungkap Ustadz Munir, tokoh agama setempat.
Namun, tradisi itu sedikit berbeda pada Iduladha 1446 H ini. Satu ekor sapi dan sembilan ekor domba pada akhirnya disembelih di Gayam.
Suatu peristiwa yang menjadi momen bersejarah bagi seluruh warga. Tak karuan senangnya, warga hingga mendirikan dapur. Dimasak dan dimakan bersama warga satu kampung.
“Yaa senang sekali akhirnya dapat daging qurban,” ungkap Nuril, salah satu warga saat di temui berada di sumber air yang berjarak 2 km dari kampung.
Sebagian daging dimasak untuk disantap bersama, sebagian lain dibagikan ke warga agar bisa dimasak sendiri.
Disela momen membahagiakan itu, Lembaga Amil Zakat dan Wakaf Nasional Yayasan Dana Sosial al Falah (YDSF) juga meresmikan pengeboran sumber air. Pengeboran rampung diselesaikan selama lebih dari 2 bulan dengan kedalaman mencapai 60 meter.
Peresmian air bersih dan distribusi qurban diresmikan langsung oleh kepala Cabang YDSF Bondowoso, Indah Suwarni dan Sekertaris Daerah Kabupaten Bondowoso, Anisatul Hamidah, M.Si. Anis pun mengapresiasi upaya YDSF yang memberikan dampak besar di Purnama.
"Terima kasih kepada YDSF yang membuat masyarakat hari ini bisa berkumpul bersama, tersenyum bersama, merayakan hari raya Iduladha dengan senang dengan bergembira, dan tentu apa yang kita lihat hari ini manfaatnya sangat besar," pungkasnya.


%20(1).png)

