Advertisement

Wanita

Menu Atas

Gaspol Inovasi 2026, BRIDA Buleleng Dorong OPD dan Masyarakat Hadirkan Solusi Nyata

Redaksi Media
Senin, 27 April 2026 | Senin, April 27, 2026 WIB Last Updated 2026-04-27T11:57:40Z

 



Pemerintah Kabupaten Buleleng melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Buleleng mulai mengakselerasi Lomba Inovasi Perangkat Daerah dan Masyarakat Tahun 2026. Sosialisasi kegiatan ini digelar secara hybrid di Ruang Rapat BRIDA Buleleng, Senin (27/4), dan diikuti oleh perwakilan perangkat daerah serta kecamatan se-Kabupaten Buleleng.


Kepala BRIDA Buleleng, Ketut Suwarmawan, menegaskan bahwa lomba inovasi ini tidak sekadar bersifat seremonial, melainkan difokuskan pada upaya pendataan, pengembangan, dan pemanfaatan inovasi yang berdampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik.


“Bukan sekadar lomba, yang terpenting adalah bagaimana inovasi tersebut dapat terus hidup, dikembangkan, dan benar-benar dimanfaatkan untuk meningkatkan layanan kepada masyarakat,” ujarnya.


Pihaknya menjelaskan, lomba inovasi menjadi langkah strategis dalam mendorong kreativitas sekaligus meningkatkan kinerja pelayanan pemerintah daerah. Bagi organisasi perangkat daerah (OPD), inovasi merupakan instrumen penting dalam mengoptimalkan pelayanan publik. Sementara bagi masyarakat, inovasi tidak hanya menjadi wadah kreativitas, tetapi juga memiliki potensi memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan.


Lebih lanjut disampaikan, inovasi kini telah menjadi bagian integral dalam kinerja aparatur sipil negara (ASN). Setiap program dan kegiatan dituntut mengandung unsur inovasi, bahkan menjadi salah satu indikator dalam penilaian kinerja, termasuk dalam penilaian ASN berprestasi dan pejabat struktural.


“ASN dituntut untuk terus berinovasi agar mampu menghadirkan layanan yang semakin efektif, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.


Kaban Suwarmawan juga menekankan pentingnya konsistensi dan keberlanjutan inovasi, baik yang dihasilkan oleh perangkat daerah maupun masyarakat. Inovasi diharapkan tidak berhenti pada tahap gagasan, tetapi diwujudkan dalam aksi nyata yang memberikan manfaat langsung.


Hingga saat ini, tercatat sebanyak 32 inovasi telah didaftarkan, terdiri dari 16 inovasi dari OPD dan delapan inovasi dari kecamatan. Partisipasi dari tingkat kecamatan dinilai masih perlu ditingkatkan.


Ke depan, BRIDA Buleleng berkomitmen untuk memperkuat pendampingan serta membuka ruang diskusi yang lebih luas guna meningkatkan kuantitas dan kualitas inovasi. Melalui langkah ini, diharapkan lahir inovasi-inovasi yang tidak hanya kompetitif, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Buleleng. (Rka)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Gaspol Inovasi 2026, BRIDA Buleleng Dorong OPD dan Masyarakat Hadirkan Solusi Nyata


 

Iklan

Iklan