Advertisement

Wanita

Menu Atas

Edukasi Pengelolaan Sampah Organik, Social Project Bali Adakan Workshop Komposting

Redaksi Media
Senin, 27 Januari 2025 | Senin, Januari 27, 2025 WIB Last Updated 2025-01-27T05:09:25Z


BERITANUSRA.ID (DENPASAR) --Sampah organik dapat berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan jika tidak dikelola dengan baik karena dapat menghasilkan gas metana, merusak tanah, dan mencemari air. 



Salah satu cara untuk mengelola sampah organik adalah dengan melakukan metode pembuatan kompos. Sebagai bagian dari wadah anak muda yang peduli terhadaap lingkungan terutama mengenai sampah. Paguyuban Social Project Bali pada hari Sabtu (25/1/2025) pukul 09.00 s.d.12.00 wita mengadakan Workshop Komposting.



Adapun  dengan tema " Komposting untuk Pemula

: Langkah Demi Langkah Menuju Masa Depan yang Berkelanjutan" yang diadakan di Banjar Adat Tegeh Sari,Desa Adat Tonja, Kec.Denpasar Utara , Kota Denpasar Bali. Acara ini dihadiri oleh 50 orang peserta yang berasal dari masyarakat dan pelajar.



Turut hadir dalam agenda Pengurus Bank Sampah Tegeh Sari Lestari, Bank Sampah Sari Dewi, Bank Sampah Taman Wira Gatsu, Kelompok.Wanita Tani Kebun Berdaya, Paiketan Krama Istri Banjar Tegeh Sari, Pokja Lingkungan Banjar Tegeh Sari, dan Komunitas Natah Rare dan mahasiswa KKN Undiknas.



Acara dibuka dengan sambutan dari  Ketua Panitia Workshop Komposting Ida Ayu Putu Icha Uttari, Kelian Adat Banjar Tegeh Sari Kadek Agus Sudana,  Kepala Lingkungan Banjar Adar Tegeh Sari Nyoman Sudarma, dan Ketua Umum Social Project Bali Herdian Armandhani.



Acara diawali dengan materi Komposting yang dengan narasumber Buya Azmedia Istiqlal dari Urban Compost dengan dimoderatori Zhaleth Levenery Gavrily Ayezcca Amalo. 



Selain mendapatkan materi didalam wantilan banjar, para peserta yang hadir juga bisa mempraktekan membuat kompos secara langsung. Peserta yang hadir diajak ke pekarangan Banjar Adat Tegeh Sari, untuk membuat kompos dengan media ember, serbuk kayu, nasi,dedaunan kering, dan sisa buah-buahan secara berkelompok.


Dihubungi di lokasi workshop komposting, Salah satu Pendiri sekaligus Ketua Umum Social Project Bali Herdian Armandhani atau akrab disapa Dhani mengatakan bahwa melakukan pengomposan merupakan langkah maju yang besar dalam memerangi krisis sampah di masyarakat dan lingkungan perkotaan.



"Salah satu cara pengurangan sampah  organik adalah dengan melakukan pengomposan baik di skala rumah tangga hingga skala lingkungan. Dengan adanya workshop komposting ini diharapkan masyarakat bisa lebih bisa bertanggungjawab terhadap sampah yang dihasilkan dan tidak bergantung pada pemerintah dalam mengurangi sampah.



"Cara melakukan kompos jika sudah mengetahui ilmunya sangat mudah untuk dipraktekan" tegas pemuda yang menjabat sebagai Ketua Moeldoko Center DPC Denpasar ini.



Lanjut Dhani, Bahan kompos yang bisa kita olah seperti daun kering, rumput kering, serbuk gergaji, serutan kayu, sekam padi, limbah kertas, kulit jagung, jerami,  batang sayuran, hingga sisa buah-buahan. 



"Sebelum kita membuang sampah hendaknya kita bisa memilah sampah sesuai kategori seperti sampah organik, anorganik dan residu sehingga memudahkan untuk mencari bahan untuk membuat kompos" jelas alumni Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Udayana ini.


Sambung Dhani, " Saya berharap seluruh masyarakat Bali khususnya Kota Denpasar bisa bergerak bersama-sama mengkompos sehingga hanya tersisa sampah residu saja" tandasnya.


Salah satu peserta yang hadir bernama Nita memberikan apresiasi dan kesan mendalam dalam kegiatan workshop composting 2025.


"Terima kasih buat Social Project Bali.Acaranya seru, keren dan bermanfaat" imbuhnya. HAD

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Edukasi Pengelolaan Sampah Organik, Social Project Bali Adakan Workshop Komposting

Trending Now


 

Iklan

Iklan