Kunjungan tersebut dalam rangka mempererat tali silaturahmi antara dirinya dengan para ulama serta bersama mitra kemashalatan badan pengelolaan keuangan haji (BPKH) dan kemensos memberikan apresiasi berupa 700 paket sembako kepada para guru di beberapa ponpes dan para PKL di alun-alun Bondowoso.
Anggota Komisi VIII DPR RI F-PDIP, Ina Ammania mengatakan kunjungan silaturahmi ke enam pondok pesantren di Bondowoso dan juga PKL untuk memberikan apresiapa berupa paket sembako.
“bersama mitra kemashalatan komisi VIII yaitu BPKH dan kemensos Untuk memberikan paket sembako, before dan after lebaran. Jadi, sebelum lebaran kita juga memberikan sembako tapi konsentrasinya kepada guru-guru sekolah,”katanya.
Dijelaskannya, karena saat bulan Ramadan di Ponpes libur, maka pihaknya mengagendakan Bagi-bagi sembako setelah lebaran.
“Setelah lebaran untuk pengurus-pengurusnya kita berikan apresiasi paket sembako,”urainya.
Adapun paket sembako yang diberikan oleh Ina Ammania, Anggota Komisi VIII DPR RI F-PDIP bersama mitra kemashalatan BPKH dan kemensos tersebut adalah, beras 10 kg, minyak, gula, sarden, kornet, sirup, biscuit, susu dan lainnya.
Menurutnya, paket sembako yang diberikan itu diharapkan berguna bagi para guru dan pengurus pondok pesantren.
Disamping itu, Ina Ammania menilai keterlibatan para guru di berbagai pondok pesantren yang membantu mendidik para generasi bangsa maka perlu juga diperhatikan oleh pemerintah.
Kata dia, karena mereka mengajar untuk menciptakan tunas-tunas bangsa yang cerdas dan berakhlak.
“Kalau gak kita memberikan apresiasi atau juga penghargaan, bagaimana kualitas pendidikan. Karena menurut saya masih kurang layak honornya, karena masih dibawah UMR. Minimal UMR lah,”ungkapnya.
Oleh karena itu, saat ini dirinya tengah berusaha berkomunikasi dengan pemerintah daerah (bupati-red) selaku pengguna anggaran, agar kemudian dapat mengelola PAD (pendapatan asli daerah).
“Bupati selaku pengguna anggaran untuk bisa disisihkan mengelola PADnya yang ada di Bondowoso, Situbondo dan Banyuwangi,”urainya.
“Supaya dia (para guru-red) lebih bersemangat untuk menjadi pendidik. Karena pendidik ini mencerdaskan tunas bangsa,”urainya.
Dijelaskannya, di bulan Ramadhan dan liburan lebaran banyak dari para PKL yang tidak berjualan. Oleh karena itu, ia bersama mitra kemashalatan, bpkh dan kemensos juga memberikan apresiasi kepada mereka.
“Kita memberikan apresiasi kepada PKL supaya dapat sama-sama kita menikmati hari lebaran ini,”pungkasnya. ( Red)



%20(1).png)

