![]() |
BERITANUSRA – Gelaran akbar tahunan Blitar Ethnic National (BEN) Carnival yang seharusnya menjadi momentum promosi Kota Blitar, justru menyisakan kekecewaan bagi sejumlah pengusaha hotel. Salah satunya disampaikan oleh Yudi Meira, pemilik Hotel Anggar Manik yang terletak di barat Stadion Supriyadi, Kota Blitar.
Yudi mengaku kecewa dengan panitia penyelenggara. Pasalnya, dalam katalog berjudul “Let’s Visit Kota Blitar” yang dibagikan kepada tamu undangan, hanya sebagian nama hotel yang dicantumkan untuk dipromosikan.
“Hotel saya rutin membayar pajak tapi kenapa ada tebang pilih dalam pencantuman di katalog tamu,” terang Yudi Meira.
Lebih lanjut, pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua PHRI Kota Blitar ini menilai langkah Pemkot Blitar melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata sebagai sesuatu yang janggal. Ia menyebut, ada sejumlah hotel di Kota Blitar yang tidak masuk dalam katalog tersebut, padahal event BEN Carnival menjadi momen penting untuk memperkenalkan sektor perhotelan.
“Jelas merugikan ya, kita selalu tertib dan taat ikuti peraturan. BEN Carnival even besar tahunan, ini momen penting untuk promosikan hotel kita,” tambahnya.
Sebagai bentuk protes, Yudi berencana melaporkan masalah ini kepada Pemerintah Kota Blitar selaku pemegang kebijakan. Ia menegaskan bahwa hotelnya sudah masuk keanggotaan PHRI Kota Blitar, dan selama ini selalu mengikuti aturan yang berlaku.
“Kita selalu mengikuti aturan Pemkot (Blitar) dalam menjalankan bisnis ini dan kita juga punya sarana promosi sendiri yang dilakukan manajemen hotel. Namun kenapa di katalog even besar hanya sebagian nama hotel saja yang dicantumkan. Kan lucu,” lanjutnya.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pemkot Blitar maupun Dinas Kebudayaan dan Pariwisata belum memberikan keterangan resmi terkait keluhan para pengusaha hotel tersebut.



%20(1).png)

