Advertisement

Wanita

Menu Atas

Dari Limbah Menjadi Berkah, PKM UGR Gelar Pelatihan Biorine

Taufikur Rahman
Sabtu, 16 Agustus 2025 | Sabtu, Agustus 16, 2025 WIB Last Updated 2025-08-16T08:56:29Z

BERITANUSRA.ID- Limbah pertanian, peternakan, dan sampah rumah tangga menjadi persoalan tanpa pengelolaan yang baik, dapat menimbulkan pencemaran terhadap tanah, air, udara, dan kesehatan manusia. Ecofarming system menjadi alternatif solusi pengolahan limbah, diantaranya menjadikan limbah pertanian, peternakan dan sampah rumah tangga menjadi mikroogrganisme lokal (MOL) dan pupuk organik cair urin sapi (biourine) dengan teknologi fermentasi.

 Melalui Pengabdian Kemitraan Masyarakat Universitas Gunung Rinjani (UGR) yang bertempat di Kelompok Tani Ternak Ngiring Simpang Desa Rarang Kecamatan Terara Lombok Timur dengan Tim Pelaksana Muhammad Anwar, M.Si, Ria Ashari, M.Si dan Rasyid Ridho Hamidy M.Pd. menggelar pelatihan pembuatan MOL dari limbah pertanian dan sampah rumah tangga, serta biourine sapi. 

Pelatihan tersebut fokus pada pengolahan limbah agar dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik guna mengurangi ketergantungan terhadap pupuk dan pestisisda kimia serta menciptakan produk ramah lingkungan yang dapat meningkatkan produksi pertanian, berdampak positif terhadap ekonomi dan ketahanan pangan. Selain mitra sasaran“KTT Ngiring Simpang”, kegiatan juga dihadiri oleh Kepala UPTPP Kecamatan Terara, Kepala Desa Rarang dan masyarakat sekitarnya. 

Ketua Tim Pelaksana, Muhammad Anwar, M.Si memaparkan bahwa prinsip Ecofarming System yaitu menggunakan semua bahan alami, yang dapat mengurangi dampak pencemaran lingkungan dan meminimalisir kemungkinan penurunan kualitas hasil panen karena bahan kimia. Dengan eco-farming, kesuburan tanah dapat meningkat serta dapat mengendalikan hama dan penyakit tanaman karena siklus rantai makanan berfungsi sebagaimana mestinya.

 Selain itu, jika berpikir lebih luas lagi, dengan menerapkan eco-farming maka hasil pertanian akan lebih sehat dan aman untuk dikonsumsi, baik oleh manusia maupun hewan ternak sehingga ketahanan pangan rumah tangga dapat diupayakan dan ekonomi sirkuler masyarakat Desa Rarang dapat ditingkatkan. 

Kepala Desa Rarang dan Kepala UPTPP Kecamatan Terara berharap program pengabdan kemitraan masyarakat ini tidak hanya di mitra sasaran “KTT Ngiring Simpang” tetapi, dapat ditularkan kepada kelompok lain di wilayah sekitarnya guna menjaga kelestarian alam.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dari Limbah Menjadi Berkah, PKM UGR Gelar Pelatihan Biorine

Trending Now


 

Iklan

Iklan