![]() |
| Ketua Komite KPK Provinsi Bali Ketut Suartika SH |
Buleleng -- Para Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan Seniman di Buleleng mengaku resah dan was-was, sebab ajang Buleleng Festival (Bulfest) yang kembali digelar di tahun 2025 hanya diperuntukan pihak-pihak tertentu berdasarkan kedekatan maupun pertemanan, sehingga pelaksanaan Bulfest 2025 terancam megaburan.
Indikasi keterlibatan orang dalam yang memiliki akses langsung ke Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra juga sempat terdengar memberikan pengaruh besar dalam menentukan oprang-orang atau kelompok seniman yang akan dilibatkan termasuk para pelaku UMKM.
Kondisi tersebut terungkap saat sejumlah pelaku UMKM berencana untuk terlibat dalam pelaksanaan Bulfest 2025, namun dalam pendaftaran yang dilakukan menemui banyak kendala, mulai dari proses secara digital hingga adanya pembatasan peserta UMKM yang dilibatkan.
“Sulit, memang sulit untuk mendaftar saja, apalagi kalau sudah dimulai. Ada banyak kendala dalam proses yang kita lakukan termasuk juga ada bisik-bisik lantaran melibatkan orang-orang tertentu yang memiliki kedekatan dengan pejabat di Buleleng, dan Jangan ABS sehingga pelaku UMKM tidak dirugikan, ” sebut Anggota LSM KPK Ketut Suartika yang akrab disapa Tut Nyok, Minggu (10/8/2025).
Menurut Nyok, indikasi keterlibatan orang dalam sudah terlihat sejak tiga pekan terakhir, dimana orang-orang yang merasa dekat dengan kekuasaan memanfaatkan peluang untuk mencari keuntungan.
“Ada indikasi seperti itu, masa Ketua Panitia mau digeser,” sebutnya dan pihaknya baik secara lembaga maupun pribadi akan terus memonitor pelaksanaan Bulfest yang Konon Non APBD.
Hal serupa juga diungkapkan sejumlah kelompok seniman di Buleleng, bahkan beberapa seniman menyebutkan telah melakukan pertemuan menyikapi kondisi yang terjadi, namun para seniman di Buleleng itu masih menunggu respon langsung Bupati Sutjidra. “Kami masih menunggu respon agar masalah ini dapat disikapi Bupati Buleleng secara langsung,” ujarnya.
Sejumlah seniman juga menyatakan kekecewaannya karena rencana penampilan yang telah disusun kembali diubah sehingga menyebabkan megaburan, “Ya, mau apalagi, kalau memang Bulfest hanya milik orang-orang tertentu ya sudah,” tegas beberapa seniman.
Bupati Buleleng I Nyoman Sutjidra saat dikonfirmasi membenarkan antusias para UMKM di Buleleng terkibat didalam ajang Bulfest pada tahun ini, hanya saja setiap UMKM yang ikut harus menampilkan kuliner dan kriya khas Buleleng.
“Kalo UMKM itu, ke Dinas Perindagkop UKM, disana yang menentukan danb sebagai kurasi untuk keterlibatan UMKM yang memfokuskan pada kuliner dan kriya khas Buleleng. Nanti itu setiap kecamatan ada yang tampil,” sebut Bupati Sutjidra.
Bupati Sutjidra menyaari tidak semua pelaku UMKM di Buleleng bisa dilibatkan dalam ajang Bulfest tersebut, sebab harus melalui kurasi yang sepenuhnya dilakukan Dinas Perindagkop UKM.
“Semua gratis, tidak ada yang bayar hanya perlengkapan yang mereka bawa, tentunya para pelaku UMKM ini harus lolos melalui penetapan kurasi sehingga kemungkinan tidak bisa semua ditampilkan,” sebut Sutjidra.
Berkaitan dengan keluh kesah para seniman, Bupati Buleleng menegaskan telah menetapkan Paguyuban Seniman Buleleng (PSB) sebagai kurasi, sehingga seniman yang tampil ditemukan oleh PSB.
“Tentunya pemerataan untuk seniman, sehingga ada kurasi yang ditentukan oleh PSB, siapa-siapa yang tampil, Pemerataan karena mereka harus bergantian tampil dari HUT Kota Singaraja, Lovina Festival dan Buleleng Festival. Ini semuanya diserahkan kepada PSB,” sebut Sutjidra.
Sebagai pembina seniman di Buleleng, Bupati Sutjidra menegaskan harus diakomodasi semuanya dan nantinya tidak ada yang merasa dirugikan, demikian juga ditegaskan tidak ada intervensi atau orang dalam sebagai penentu, semuanya diserahkan kepada pihak-pihak sebagai kurasi.***




%20(1).png)

