Advertisement

Wanita

Menu Atas

Monitoring dan Evaluasi Kajian Aspek Biologi Gurita di Perairan Selat Alas, Provinsi NTB

Taufikur Rahman
Rabu, 27 Agustus 2025 | Rabu, Agustus 27, 2025 WIB Last Updated 2025-08-27T06:07:34Z

BERITANUSRA.ID- Pada tahun ini, dalam rangka implementasi Rencana Kerja Tahunan (RKT) antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dengan MSC Indonesia, terdapat dua kegiatan terkait perikanan gurita di Provinsi NTB, yaitu kegiatan yang dilakukan oleh FIP2B Provinsi NTB dan Yayasan JARI. Sesuai dengan tupoksi yang dimiliki, MSC memberikan dukungan kepada pemerintah Provinsi NTB untuk pengelolaan perikanan gurita berkelanjutan di Provinsi NTB. Kalimat tersebut disampaikan oleh MSC Indonesia, Hirmen.

Sedangkan sambutan Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan – Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan, Syahril Abd. Raup, S.T, M.Si mengatakan, Gurita menjadi salah satu spesies yang lumayan banyak ditangkap oleh nelayan karena merupakan sumber daya ekonomis penting, kebutuhan pasar gurita tinggi sehingga dikhawatirkan dapat menekan populasi gurita tersebut. Oleh karena itu perlu untuk memperhatikan aspek biologi gurita, memperhatikan aspek penangkapannya sehingga kelestarian sumber daya gurita tetap terjaga. 

"Salah satu isu sensitif di perikanan gurita adalah rantai pasok (supply chains), sehingga kami berharap para pelaku usaha perikanan gurita untuk melakukan usaha penangkapan berkelanjutan sehingga supply chains tidak hanya berjalan 1 sampai 2 tahun saja, tetapi bisa lama berjalannya. Jika diperhatikan bahwa di pabrik-pabrik pengolahan gurita, semua ukuran gurita ada, baik yang ukuran kecil maupun ukuran besar, sehingga perlu kita perhatikan dan atur, sebenarnya ukuran gurita yang berapa yang diperbolehkan untuk ditangkap agar gurita stoknya berkelanjutan di alam," katanya.

Sedangkan kegiatan dibuka oleh Sekretaris Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Hj. Hikmah Aslinasari, ST., MM. Kegiatan kajian aspek biologi gurita di Selat Alas yang telah dilakukan oleh FIP2B Provinsi NTB sangat penting untuk mendukung sertifikasi ecolabeling MSC, dimana hasil pendataan yang telah dilakukan menjadi salah satu sumber data yang sangat penting bagi masyarakat pesisir. 

"Dalam rangka mendukung sumber daya gurita yang lestari, maka kita harus memastikan bahwa pengelolaan gurita dilakukan secara berkelanjutan dan bertanggungjawab. Kajian aspek biologi gurita ini diharapkan dapat membantu kita untuk memahami aspek biologi dan dinamika populasi gurita, serta informasi lainnya yang diperlukan sehingga kita dapat melakukan pengelolaan gurita yang berkelanjutan. Secara lembaga, kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung kegiatan ini, MSC Indonesia dan FIP2B Provinsi NTB, serta pihak-pihak lainnya yang tidak dapat saya sebutkan satu satu," ucap nya.

Sedangkan Pemaparan Hasil Pendataan Kajian Aspek Biologi Gurita di Selat Alas, dibacakan oleh Ketua FIP2B Provinsi NTB, Dr. Soraya Gigentika, S.Pi, M.Si, Kajian aspek biologi gurita di Selat Alas menjadi sangat penting dilakukan mengingat hingga saat ini belum ada pendataan spesifik untuk perikanan gurita di Provinsi NTB yang dimiliki oleh Dinas dan Kelautan Provinsi NTB, khususnya di Perairan Selat Alas.

" Sebenarnya, dari hasil identifikasi di lapangan, terdapat lembaga yang secara khusus telah melakukan pendataan aspek biologi gurita di Selat Alas, tetapi data-data tersebut tidak sampai kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB yang memiliki kewenangan dalam mengelola sumber daya gurita di perairan sekitar Provinsi NTB (termasuk Perairan Selat Alas). Selain itu, data aspek biologi gurita menjadi hal penting di dalam proses program perbaikan perikanan (Fisheries Improvement Program/FIP) yang mengarah pada sertifikasi ecolabeling MSC untuk perikanan gurita di Selat Alas," katanya.


Data dan kajian ilmiah merupakan kebutuhan penting dalam pengelolaan sumber daya ikan di laut. Tanpa adanya data dan kajian ilmiah, pengelolaan sumber daya ikan di laut menjadi sangat sulit untuk dilakukan, bahkan seringkali dokumen naskah ilmiah diperlukan dalam rangka menetapkan kebijakan, seperti Peraguran Gubernur atau Peraturan Daerah. 
Hasil kajian aspek biologi gurita di Selat Alas ini akan membantu kita untuk memahami kondisi biologi, habitat, aktivitas penangkapan gurita, serta ketersediaan stok gurita di Perairan Selat Alas. Dengan demikian pengelolaan perikanan gurita di Provinsi NTB dapat dilakukan dengan kebijakan yang dapat terimplementasi dengan baik di tingkat tapak.
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Monitoring dan Evaluasi Kajian Aspek Biologi Gurita di Perairan Selat Alas, Provinsi NTB

Trending Now


 

Iklan

Iklan