BERITANUSRA.ID – Singaraja
Sejumlah warga mengeluhkan tumpukan sampah di area Lapangan Umum Seririt. Sampah-sampah tersebut teronggok sejak usai acara Seririt Festival atau yang disebut Apresiasi Kesenian Seririt Raya (Aksara) III yang berlangsung 2-6 September 2025.
Dari pantauan, hingga Selasa (9/9/2025) tumpukan sampah terlihat di sisi utara lapangan. Berbagai jenis sampah bercampur menjadi satu. Namun terbanyak sampah plastik (non-organik) berceceran selain sampah organik sisa makanan. Dugaan pembiaran sampah sisa acara pesta tersebut tidak sejalan dengan semangat Bupati Buleleng Nyoman Sutjidra untuk memerangi sampah terutama sampah non oragnik.
“Permasalahan sampah, terutama sampah plastik, adalah tantangan serius yang harus kita hadapi bersama. Gerakan ini adalah titik tolak untuk membangun kesadaran bahwa solusi dimulai dari lingkungan kita sendiri,” ucap Sutjidra beberapa waktu lalu.
Sementara terkait timbunan sampah di Lapangan Umum Seririt, Ketua Panitia Aksara III Putu Suastawa membenarkan timbunan sampah tersebut berasal dari sisa acara beberapa waktu sebelumnya yang belum terangkut.
Ia menyebut, sebelumnya telah dilakukan pengangkutan sampah namun belum semua bisa tertangani.
“Sampah-sampah itu nanti dibawa ke Tempat Pembuangan Sampah (TPS) Kalianget,” ujarnya Selasa (9/9/2025).
Suastawa mengaku sebelumnya telah memberikan imbauan kepada masyarakat yang hadir pada acara Aksara III berlangsung agar memperhatikan soal sampah, namun itu hanya sebatas imbauan. Selain itu, ia mengaku sudah bekerja sama dengan beberapa orang yang senantiasa membantu untuk melakukan pembersihan itu.
“Dan memang sudah kami pastikan bahwa hal itu sangat sulit dilakukan padahal kami sudah sampaikan untuk penanganan sampah itu dan itu kembai ke pribadi masing-masing,” imbuhnya.
Kata Suastawa lebih lanjut, selaku panitia, pihaknya tidak bisa membuat semua orang senang terutama dengan adanya sisa tumpukan sampah bekas kegiatan Aksara III. Karena sebelumnya, saat penutupan terkendala adanya beberapa pemakai fasilitas kegiatan yang sedang melakukan pembongkaran.
“Itu juga sebagai bahan evaluasi buat kami. Yang kami sadari adalah kami tidak bisa membuat semua orang senang,” tandasnya.



%20(1).png)

