![]() |
| Foto: plat Kadis LH, I Gede Putra Aryana tinjau kondisi TPA Bengkala. |
SINGARAJA -- Keseriusan Pemkab Buleleng dalam upaya penuntasan masalah sampah di Buleleng makin terhat. Hal ini ditunjukkan Dinas Lingkungan Hidup (LH) Kabupaten Buleleng berjibaku (kerja keras) mengatasi overloud (kelebihan beban) sampah Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bengkala, Kecamatan Kubutambahan, Kabupaten Buleleng. Salah satunya dengan penambahan satu (1) unit alat berat berupa Bulldozer.
"Kami jibaku minimalisir komplain (keluhan) serta permasalahan di masyarakat terkait TPA Bengkala. Caranya, menerapkan metode control landfill, menambah petugas serta alat berat bulldozer," kata plt Kadis LH I Gede Putra Aryana S,Sos, MAP melalui telepon seluler, Sabtu (18/10).
Kadis Putra menyebut, metode control landfill dinilai efektif mengatasi krodit sampah di TPA Bengkala yang memiliki luasan lahan 4,8 hektare.
"Metode control landfill sudah dimulai. Pelaksanaannya itu, secara bertahap, dimana saat ini dimulai dua blok saja. Pengerjaannya pakai alat berat buldozer, dimana tumpukan sampah-sampah yang menggunung diratakan dulu, setelah rata lanjut diurug menggunakan tanah, dan diratakan kembali. Fungsinya tanah itu apa? Tanah itu difungsikan meredam gas metan supaya tidak menimbulkan bau tak sedap, juga panas yang berpotensi mengundang kebakaran. Jadi, tanah ini nantinya penetral gas metan," jelasnya.
Ia juga tak menepis situasi jika keberadaan sampah di TPA Bengkala overloud. Namun, pihaknya optimis mampu mengatasi kondisi tersebut.
"Kapasitas sampah di TPA Bengkala memang sudah kategori overloud. Meski begitu, kami optimis bisa menanggulangi permasalahan itu. Terlebih, kedepan Pemkab Buleleng berencana berencana memperluas lahan TPA Bengkala, dan juga menerapkan teknologi terbarukan ramah lingkungan pengelolaan sampah residu," tutupnya.***



%20(1).png)

