Singaraja- Nyepi Kamis (19/3/2026) yang dilaksanakan warga Buleleng terhadap catur berata Nyepi atau Sipeng tanpa aktivitas atau warga tinggal dirumah masing-masing ini malah berbeda yang terjadi.
Lain halnya dengan seorang Warga Banjar Kajanan Desa Joanyar, Seririt/Buleleng pesta miras sembari berhappy-happy malah terjadi perselisihan paham dan berujung penebasan 1 orang korban dilarikan ke RSUD Singaraja akibat punggung tergores sajam berupa samurai
Menurut informasi warga insiden berawal korban Kadek Sastrawan (43) chet WA pelaku sekitar pukul 09.30 wita untuk diajak pesta miras bersama 9 orang lainya termasuk keluarga sembari merayakan Nyepi yang disebut Sipeng dirumah korban. Tepat pada saat semua terpengaruh miras di pukul 15.10 wita.
Diketahui, sebelumnya pelaku Komang Agus Sudiartawan (28) tersinggung atas ucapan korban kemudian korban disamperi dan didorong hingga jatuh beruntung bisa bangun dan terjadi perkelahian dan berhasil dilerai sesama rekan-rekan di TKP agar masalah tidak berkepanjangan.
Pelaku hendak pulang namun dilempar dengan kursi alhasil tidak kena namun korban mengancam pelaku dengan botol minuman dengan kata untuk dibunuh dan pelaku pulang kerumahnya.
Beberapa jam berikutnya pelaku yang tidak terima atas ucapan korban malah balik ke TKP sembari membawa Samurai, rekan-rekan yang masih berbincang bincang membahas masalah tersebut kaget melihat pelaku datang membawa samurai dan menyamperi korban berhasil ditebas dari belakang hingga terkena punggung belakang. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Singaraja dengan mobil pik up akibat luka goresan samuarai begitu serius mengenai punggung.
Pelaku kemudian dicari oleh anggota piket Polsek Seririt dan berhasil diamankan ke ruang tahanan mako polsek dengan muluk bau alcohol. Kapolsek Seririt Kompol Ketut Suparta S.H.,M.H, dikonfirmasi media terhadap peristiwa Nyepi berdarah di Desa Joanyar wilayah Polsek Seririt belum bisa memberikan keterangan. ***
Editor: Ds



%20(1).png)

