Advertisement

Wanita

Menu Atas

Wujudkan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah Bersama Perwakilan Dirjen Holtikultura

Redaksi Media
Rabu, 15 April 2026 | Rabu, April 15, 2026 WIB Last Updated 2026-04-15T11:51:48Z

 



Singaraja -- Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah mulai diwujudkan SMP Negeri 1 Singaraja  hal ini terlhat dengan kegiatan  memanen sayur mayur yang ditanam di lingkungan sekolah, Rabu (15/04/2026). Dalam kegiatan Panen Sayur Kebon SMP Negeri 1 Singaraja dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Buleleng, Ida Bagus Surya Bharata bersama Kepala Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Distankan) Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat.




Adapaun , program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah merupakan sinergi yang dilakukan anak didik dengan menanam bibit sayur mayur sebanyak 300 yang diberikan pada tahun lalu, para anak didik secara langsung belajar menanam, merawat dan memanen.




Kepala SMPN 1 Singaraja, Putu Ira Sita, menyampaikan , kegiatan panen yang dilakukan merupakan untuk kedua kalinya, hasil panen yang dinikmati merupakan buah dari proses panjang yang tidak selalu mulus. 



Kepsek Ira Sita mengakui tantangan teknis dalam budidaya sempat menjadi kendala bagi para siswa dan guru, namun dengan sinergi yang dilakukan bersama Komite Sekolah upaya budidaya mampu dilakukan secara optimal.




"Perjalanan budidaya ini tidak selalu mudah. Kami sempat menghadapi tantangan dalam pemeliharaan tanaman, namun berkat pendampingan intens dari dinas terkait serta dukungan luar biasa dari orang tua siswa, tanaman-tanaman ini kembali tumbuh subur dan terpelihara dengan baik hingga masa panen tiba," ungkap Putu Ira Sita.



Hal senada diungkapkan Ketua Komite SMPN 1 Singaraja, I Nyoman Sunarta yang langsung melibatkan peran orang tua yang mampu dan mengetahui budidaya sayur mayur. 



“Orang tua memberikan dukungan sehingga kita libatkan secara langsung untuk memberikan bimbingan kepada anak-anak dan para guru,” ujar Sunarta.



Kadisdikpora Surya Bharata memberikan apresiasi dan bangga atas keberhasilan para siswa dalam mengelola kebun sekolah. Menurutnya, program ini bukan sekadar aktivitas luar kelas, melainkan sebuah solusi edukatif.




"Kami sangat bangga melihat siswa mampu belajar langsung menjadi praktisi pertanian. Ini adalah bukti nyata bahwa keterbatasan lahan bukan penghalang. Inilah solusi konkret bagi pertanian perkotaan yang bisa dimulai dari lingkungan sekolah," ujarnya.




Hal serupa juga disampaikan Kadistankan Melandrat yang melihat semangat anak-anak didik untuk menanam, merawat dan memanen kebun yang dikelola secara mandiri di sekolah, bahkan kedepan berharap kegiatan serupa masih dilakukan secara berkelanjutan. 



“Ini menjadi sebuah contoh di sekolah juga mampu untuk melakukan penguatan ketahanan pangan melalui penanaman yang dilakukan,” sebut Melandrat.




Sejumlah perwakilan dari Direktorat Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian RI melalui Tim HDDAP terlihat hadir. Kehadiran Tim Pusat dalam prosesi panen menjadi simbol dukungan kuat terhadap gerakan membangun generasi muda yang mencintai dunia pertanian sejak dini.




Dengan adanya  Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah di SMPN 1 Singaraja diharapkan kedepan dapat menjadi pilot project bagi sekolah-sekolah lain di Kabupaten Buleleng dalam mengintegrasikan pendidikan karakter, kemandirian pangan, dan pelestarian lingkungan dalam satu ekosistem pembelajaran yang harmonis. (Rls)

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wujudkan Program Swasembada Pangan Berbasis Sekolah Bersama Perwakilan Dirjen Holtikultura

Trending Now


 

Iklan

Iklan