Buleleng - Panen Raya Demo Plot (Demplot) tanaman Sorgum Kembali Dilakukan oleh DPC Banteng Muda Indonesia (BMI) Kab Buleleng, dibawah komando Dr dr Ketut Putra Sedana, SpOG, Bersama masyarakat, dilahan seluas 12 Hektare yang berada Dusun Tukad Ampel, Desa/Kecamatan Kubutambahan, Buleleng Minggu (16/4).
Demplot yang ada di Desa Kubutambahan ini merupakan deplot yang terbesar dijadikan oleh BMI yang bekerjasama dengan petani untuk membudidayakan tumbuhan sorgum yang juga dikenal dengan nama Jagung Gembal yang juga simbol Kabupaten Buleleng ini .
Ketua DPC BMI Buleleng Dr. dr Ketut Putra Sedana SpOG, mengatakan Pihaknya dari BMI bersama CV Sari Sorgum memilih untuk mengembangkan sorgum karena mengingat saat ini dunia tengah terkena krisis efek Perang antara Ukraina dan Rusia.
![]() |
| Produk Olahan Sorgum dimana Masyarakat Buleleng Mengenalnya dengan Nama Jagung Gempal |
Atas dasar itulah pihaknya bersama CV Sari Sorgum serta dibantu Petani mengembangkan Sorgum sebagai tanaman pangan pengganti nasi.
“Saat ini di Buleleng BMI Sudah mengembangkan sorgum ada di beberapa wilayah yang ada di kecamatan yang ada di kecamatan Kubutambahan, Tejakula, Sawan dan Buleleng, terlebih lagi di beberapa tempat yang menjadi deplot sorgum ini tanah di daerah tersebut merupakan lahan Kering . ” Ujar Dr. Caput
Dijelaskan, pihaknya bukan hanya melakukan sosialisasi saja namun memberikan pendampingan saat penanaman, Perawatan, hingga sampai panen bahkan siap menyerahkan hasil panen untuk diproduksi.
“Kami Tidak hanya melakukan sosialisasi saja kami tetap melakukan pendampingan ketika penaman saja, melaikan Perawatan, Panen hingga pengolahan hasil panen yang,bahkan pihaknya sudah melakukan kerja sama dengan beberapa produsen pengolahan sorgum, sehingga para petani tidak bingung memasarkan hasil panen nya,” ujar Ketua BMI Buleleng ini.
Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian Buleleng, yang hadir dalam aksi panen ini I Gusti Ayu Maya Kurnia mengatakan, pengembangan sorgum di Buleleng sendiri sudah sejak tahun 2019.
Panen Raya: Demplot Sorgum BMI Buleleng Seluas 12 Ha Sukses
“Jadi sampai saat ini sudah terhitung kurang lebih 5 tahun dikembangkan ,sehingga harapan nya nantinya sorgum di Buleleng bisa menggeliat dan dapat mensejahterakan para petani,” ungkapnya.
Dijelaskan bahwa dalam pengembangannya akan dilakukan kisaran bulan November dan Desember mendatang, sesuai dengan permintaan petani.
Hal ini karena sorgum- ditanam berdampingan dengan jagung. Pemerintah pusat memberikan bantuan dalam bentuk benih yang akan diberikan melalui Satker TP Distanpangan Bali dan dapat membantu para petani untuk meningkatkan pendapatannya.
Animo tokoh masyarakat dalam mengembangkan sentra tanaman sorgum ini ternyata bukan hanya di Bali dengan suksesnya panen perdana.
Ditempat berbeda pada Sabtu (15/04) kemarin, Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko mengembangkan dan melakukan panen tanaman sorgum seluas 400 ha di Waingapu, Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menurut Kastaf Kepresiden bahwa pengembangan tanaman sorgum juga bisa untuk menurunkan angka stunting di NTT. Sebab, sorgum mengandung nutrisi, seperti protein, serat, vitamin, dan mineral yang dapat membantu kebutuhan gizi pada anak.***




%20(1).png)

