Advertisement

Wanita

Menu Atas

Implementasi Rencana Kerja Tahunan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, FIP2B NTB Lakukan Kajian

Taufikur Rahman
Rabu, 30 April 2025 | Rabu, April 30, 2025 WIB Last Updated 2025-04-30T05:37:32Z

BERITANUSRA.ID
- Dalam rangka implementasi Rencana Kerja Tahunan antara Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB dengan MSC Indonesia, Forum Ilmiah Pengelolaan Perikanan Berkelanjutan (FIP2B) Provinsi NTB akan melakukan kajian aspek biologi dan habitat gurita di Perairan Selat Alas untuk mendukung kelengkapan data dan kajian ilmiah yang mengarah pada dukungan untuk mencapai sertifikasi ecolabelling MSC perikanan gurita di Selat Alas.



Adapun,  pengumpulan data yang akan dilakukan bekerja sama dengan berbagai pihak seperti Yayasan JARI dan mitra pendamping lainnya, serta pengumpul gurita dan kelompok nelayan gurita di desa-desa pendaratan gurita sekitar Selat Alas, baik di Lombok Timur maupun di Sumbawa Barat. 



Data yang terkumpul akan diolah secara ilmiah sebagai bahan rekomendasi bagi pemerintah daerah Provinsi NTB atau dalam hal ini melalui Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB sebagai dasar ilmiah untuk pengelolaan perikanan gurita berkelanjutan.



 Ketua FIP2B Provinsi NTB, Dr. Soraya Gigentika berharap kegiatan kick off meeting ini dilaksanakan dengan harapan ada masukan dari berbagai pihak terkait untuk memperkuat data-data yang akan di kumpulkan.

 


Sedangkan Direktur Pengelolaan Sumber Daya Ikan–Direktorat Jenderal Perikanan Tangkap Kementerian Kelautan dan Perikanan Syahril Abd. Raup, S.T, M.Si dalam sambutan nya mengatakan, tujuan dari sertifikasi ecolabelling MSC adalah untuk meningkatkan daya saing gurita dari Indonesia di pasar global dan untuk pengelolaan perikanan gurita berkelanjutan.



 Harapannya, tidak hanya melakukan kajian tentang gurita, namun perlu dilakukan kajian untuk spesies-spesies lainnya yang potensial di Provinsi NTB. Sertifikasi ecolabelling MSC dapat mendukung untuk mewujudkan ekonomi biru, serta mengarah pada perbaikan pengelolaan perikanan tangkap di Indonesia yang lebih baik lagi.



 Tidak hanya itu, ada rencana untuk melakukan assesment mulai dari tingkat provinsi dengan melibatkan Dinas Kelautan dan Perikanan, pelabuhan perikanan, dan akademisi dari perguruan tinggi. Secara lebih luas, assessment dan sertifikasi MSC bukan sekedar untuk mendapatkan sertifikat tetapi untuk memastikan perikanan gurita ditangkap dan dikelola secara berkelanjutan. 


 Sedangkan arahan oleh Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, Muslim, ST., M.Si, sebelumnya sudah dilakukan assesment terhadap kakap-kerapu, tuna dan sekarang gurita. Hal tersebut tentu sebagai salah satu bentuk upaya untuk mencapai pondasi agrokemaritiman yang terdiri dari 2 Indikator yaitu kemajuan pembangunan sektor perikanan dan tercapainya blue economy. 



Pada bulan Mei mendatang akan disahkan peraturan daerah NTB terkait pengelolaan perikanan berkelanjutan. Melalui Perda NTB tersebut, harapannya hilirisasi perikanan harus diolah di daerah sehingga daerah bisa mendapatkan nilai tambahnya. Terakhir, pemaparan Rencana Kajian Aspek Biologi dan Habitat Gurita di Selat Alas oleh Ketua FIP2B Provinsi NTB, Dr. Soraya Gigentika. 



Pada awal pemaparan menjelaskan bahwab FIP2B Provinsi NTB berperan sebagai panel konsultatif dalam pengelolaan perikanan dan kelautan berkelanjutan yang selanjutnya memberikan rekomendasi kebijakan untuk disampaikan kepada Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. Secara nasional, gurita masuk ke dalam 3 besar komoditas eskpor Indonesia, dimana produksi gurita dari tahun 2014 hingga 2021 mengalami peningkatan tetapi terjadi penurunan CPUE yang hal ini menjadi indikator awal kondisi perikanan gurita yang tidak baik.



 Pada Provinsi NTB, produksi gurita mengalami tren yang berbeda di perairan selatan dan utara NTB, di perairan selatan NTB produksi gurita terus mengalami peningkatan dan sebaliknya dengan di perairan utara NTB yang terus mengalami penurunan. Adanya rencana untuk menuju sertifikasi ecolabelling MSC untuk perikanan gurita di Provinsi NTB sehingga membutuhkan data dan kajian ilmiah. 



Tujuan dilakukan pengumpulan data ini adalah untuk mengidentifikasi spesies gurita, menganalisis sebaran ukuran panjang dan berat setiap spesies gurita; menganalisis pola pertumbuhan dan rasio jenis kelamin setiap spesies, menganalisis kesehatan stok setiap spesies gurita. Kajian akan dilakukan bulan April-Agustus 2025, berlokasi di 3 desa yaitu Serewe, Seruni Mumbul, dan Sumbawa Barat.



 Namun pada kick off meeting ini disepakati untuk memperluas lokasi pengumpulan data, terutama pada lokasi yang belum pernah didata oleh mitra lainnya. Harapannya, dapat terjadi verifikasi data perikanan gurita di Selat Alas. (BNN- 001)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Implementasi Rencana Kerja Tahunan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB, FIP2B NTB Lakukan Kajian

Trending Now


 

Iklan

Iklan