Advertisement

Wanita

Menu Atas

Universitas Gunung Rinjani Dukung Peningkatan Produksi Terasi Rebon di Desa Jerowaru

Taufikur Rahman
Jumat, 22 Agustus 2025 | Jumat, Agustus 22, 2025 WIB Last Updated 2025-08-22T09:44:18Z
BERITANUSRA.ID– Tim dosen dan mahasiswa Universitas Gunung Rinjani melaksanakan program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) di Desa Jerowaru, Kabupaten Lombok Timur, untuk meningkatkan kapasitas produksi kelompok usaha terasi udang rebon "Askia Duta".
Desa Jerowaru dikenal sebagai sentra produksi terasi udang rebon terbesar di Lombok Timur dengan produksi mencapai 5.037 kilogram per bulan. Namun, kelompok usaha masih menghadapi kendala serius, terutama pada tahap penjemuran yang sangat bergantung pada cuaca. Saat musim hujan, produksi terhenti total. Selain itu, metode penjemuran di pinggir jalan kerap menurunkan kualitas produk akibat kontaminasi debu.


Ketua Tim PKM, Handri Jurya Parmi, S.Pi., M.Si., menjelaskan bahwa solusi yang ditawarkan adalah penerapan teknologi HygieDry Rectangular, sebuah sistem penjemuran modern yang mampu menampung hingga 100 kilogram terasi, higienis, dan tidak bergantung pada kondisi cuaca.

 “Dengan teknologi ini, produksi bisa lebih cepat, higienis, dan kapasitas meningkat signifikan,” ungkapnya.

Alat HygieDry Rectangular ini dirancang oleh Muslihuddin Aini, S.Pi., M.Si. Ia menjelaskan bahwa panas yang dihasilkan sistem ini lebih tinggi 30% dibandingkan penjemuran menggunakan sinar matahari langsung.

 “Dengan suhu yang lebih tinggi, proses pengeringan menjadi lebih cepat dan tetap higienis. Ke depan, alat ini juga akan kami kembangkan berbasis IoT sehingga lebih efisien dan dapat dipantau secara digital,” jelas Muslihuddin.


Selain inovasi teknologi, program ini juga membekali kelompok dengan kemampuan manajemen usaha, khususnya penentuan Harga Pokok Penjualan (HPP) melalui aplikasi Microsoft Excel. Pengetahuan ini diharapkan membantu anggota kelompok menentukan pola harga, menghitung keuntungan, serta membuka peluang pemasaran melalui sistem reseller dan distributor.
Program yang melibatkan dosen dan mahasiswa ini juga sejalan dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s), khususnya poin 5 tentang kesetaraan gender—karena sebagian besar anggota kelompok adalah perempuan—serta poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.


Dengan adanya program ini, Askia Duta ditargetkan mampu meningkatkan kapasitas produksi hingga 100 kilogram sekali produksi dan memperkuat keberlanjutan usaha. Selain memberikan manfaat ekonomi, kegiatan ini juga menjadi sarana penerapan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM), di mana mahasiswa memperoleh pengalaman lapangan yang diakui setara 6 SKS.

Program PKM ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat pesisir yang tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga membuka lapangan kerja dan memperkuat peran perempuan dalam ekonomi lokal.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Universitas Gunung Rinjani Dukung Peningkatan Produksi Terasi Rebon di Desa Jerowaru

Trending Now


 

Iklan

Iklan