Buleleng, 8 Agustus 2025 – Stunting masih menjadi salah satu permasalahan serius di Indonesia, termasuk di Kabupaten Buleleng. Salah satu kendala utama dalam pencegahannya adalah keterbatasan kader posyandu dalam melakukan deteksi dini tumbuh kembang anak secara sistematis dan berbasis data. Banyak kader masih mengandalkan pencatatan manual yang rentan terjadi kesalahan dan memakan waktu lebih lama.
Menjawab tantangan tersebut, tim Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) melaksanakan kegiatan “Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu melalui Penerapan Aplikasi TumbuhKita untuk Skrining Tumbuh Kembang dan Pencegahan Stunting”, yang berlangsung pada 8 Agustus 2025 dan diikuti oleh 49 kader Posyandu Desa Selat, Kabupaten Buleleng.
Kegiatan ini dibuka oleh Kepala Desa Selat, yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh terhadap program. “Kami menyambut baik kegiatan ini karena sangat membantu kader posyandu dalam meningkatkan keterampilan, terutama dalam memanfaatkan teknologi digital untuk mendukung tumbuh kembang anak. Harapan kami, program ini dapat terus berlanjut dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat Desa Selat dalam upaya pencegahan stunting,” ujarnya.
Ketua tim, Putu Irma Pratiwi, S.Tr.Keb., M.Keb., menegaskan bahwa aplikasi ini dirancang untuk membantu kader bekerja lebih efektif. Data yang terintegrasi dari aplikasi akan membantu kader memberikan rekomendasi tindak lanjut yang tepat kepada orang tua. Dengan demikian, risiko stunting bisa ditekan lebih awal “Selama ini pencatatan manual sering menimbulkan kendala. Melalui aplikasi TumbuhKita, kader dapat mencatat dan memantau tumbuh kembang anak dengan lebih cepat, akurat, dan berkesinambungan,” ungkapnya.
Tidak berhenti pada pelatihan, tim PKM juga melaksanakan pendampingan pasca kegiatan untuk memastikan kader benar-benar mampu menggunakan aplikasi secara mandiri. Pendampingan mencakup bimbingan teknis saat pencatatan rutin di posyandu, evaluasi data, hingga forum diskusi untuk berbagi pengalaman. Tindak lanjut ini diharapkan menjamin keberlanjutan program serta memperkuat peran kader dalam upaya pencegahan stunting.
Dengan adanya dukungan pemerintah desa dan pendampingan berkelanjutan, penerapan aplikasi TumbuhKita di Desa Selat diharapkan dapat menjadi model bagi posyandu lain di Kabupaten Buleleng maupun daerah lain di Indonesia.

%20(1).png)

