Beritanusra.id. Wajah ceria tampak mewarnai perbincangan media dengan salah satu tokoh desa Banyuning Buleleng Bali. Drh. Nyoman Dhukajaya MSi membuka cerita terkait kegelisahan warga Banyuning yang was was dengan kondisi jembatan Jalan Pulau Obi Banyuning.
Betapa tidak 10 tahun bukan penantian sebentar.
" Sebagai wakil rakyat kita memperjuangkan aspirasi ini sampai goal dan mendapat prioritas Pemkab Buleleng, " ucapnya memaparkan detail direhabnya Jembatan Pulau Obi Banyuning.
Dituturkan oleh Dhukajaya bahwasanya jembatan penghubung ini sangat vital karena pertambahan jumlah penduduk, hunian serta aktivitas ekonomi masyarakat.
Ditambahkan bahwa dari sepeda motor hingga truk truk lalu lalang bagi yang tahu pasti was was ketikan melewati jembatan tersebut.
" Yang repot saat ada pengalihan arus, dan kegiatan kegiatan lain yang mengharuskan masyarakat melewati jalan alternatif Pulau Obi, beban jembatan kadang tidak memadai," jelasnya.
Pointnya, " Kami berterima kasih pada Pemkab Buleleng atas dibangunnya jembatan ini, tapi kami juga punya catatan kecil semoga jadi perhatian kedepannya".
Dimana menurut Anggota DPRD Buleleng Fraksi Golkar ini adalah agar tonase jembatan disusun sesuai dengan kebutuhan jangka panjang.
"Dengan anggaran yang ada kami bersyukur tapi alangkah baiknya kedepan kapasitas jembatan ditingkatkan dengan beberapa alasan," ucapnya.
Seperti misalnya, Tim Monev dan perencana memperhatikan bahwa jembatan penghubung di pulau obi banyuning dilalui sungai besar dan jika dibangun kontruksinya harus lebih besar, lebar dan kuat sehingga menampung aktivitas yang padat di kawasan banyuning tersebut.
Anggaran Rp 360 juta lebih masih terkategori jembatan kecil pedesaan, sementara bisa dicek komplek perumahan dan jumlah penduduk sangat banyak di kawasan Pulau Obi.
"Itu harapan kedepan, intinya mewakili masyarakat kami tetap bersyukur atqs realisasi kegiatan project jembatan di Pulau Obi Banyuning," pungkas Dhukajaya.***



%20(1).png)

