BERITA NUSRA.ID- Pengurus Pimpinan Daerah Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Bali periode 2025–2027 resmi dilantik di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung pada Minggu (15/2/2026). Pelantikan yang berlangsung di lokasi tidak biasa ini dibuka oleh Kepala Bidang Ormas Kesbangpol Bali, I Gede Adhi Tiana Putra.
Pemilihan TPA Suwung sebagai lokasi pelantikan bukan tanpa alasan. Tempat tersebut dijadikan simbol komitmen organisasi mahasiswa Hindu ini untuk fokus mengawal persoalan lingkungan di Bali selama dua tahun ke depan, khususnya isu pengelolaan sampah.
Ketua PD KMHDI Bali, Pitriyou, menegaskan bahwa pelantikan di area pembuangan sampah menjadi penanda arah gerak organisasi. Ia menyampaikan bahwa isu lingkungan akan menjadi prioritas utama perjuangan KMHDI Bali dalam masa kepengurusan kali ini.
Menurutnya, KMHDI Bali siap berperan sebagai mitra kritis dan strategis pemerintah dalam menyelesaikan persoalan lingkungan. Komitmen tersebut akan diwujudkan melalui berbagai program dan gerakan yang akan dirumuskan dalam rapat kerja mendatang, termasuk upaya membantu sosialisasi regulasi pengelolaan sampah kepada masyarakat.
Ia menjelaskan bahwa Bali sebenarnya telah memiliki regulasi terkait tata kelola sampah. Namun, implementasinya dinilai belum optimal karena kurangnya sosialisasi. KMHDI Bali bertekad mengambil bagian dalam mendorong pemahaman dan keterlibatan masyarakat terhadap aturan tersebut.
Pitriyou juga menyoroti urgensi penyelesaian persoalan sampah secara menyeluruh dari hulu hingga hilir. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan berdampak pada kesehatan masyarakat serta citra Bali sebagai destinasi pariwisata dunia.
Berdasarkan data lapangan tahun 2025, timbulan sampah harian di Bali mencapai sekitar 3.400 ton. Dari jumlah tersebut, hanya sekitar 29 persen atau 916 ton per hari yang berhasil dikelola, sementara lebih dari 2.500 ton atau 71 persen lainnya belum tertangani.
Selain isu lingkungan, PD KMHDI Bali juga menyatakan komitmennya mengawal persoalan pendidikan, dengan fokus pada transformasi pendidikan berbasis karakter. Organisasi ini menegaskan akan terus menjaga kesucian dan kelestarian alam Bali secara berkelanjutan sebagai bagian dari nilai-nilai dharma yang dipegang teguh.


%20(1).png)

