Advertisement

Wanita

Menu Atas

Wisata Pembuatan Garam Desa Les Yang Auntentik

One Redaksi
Senin, 02 Januari 2023 | Senin, Januari 02, 2023 WIB Last Updated 2024-12-24T11:13:25Z

Portal Bali-Desa Les, merupakan salah satu desa dipesisiran tepi utara Bali terletak sekitar kurang lebih 36 km ini menawarkan segudang keindahan yang tak habis-habisnya. Selain terkenal dengan air terjun yang tinggi, Desa Les juga menawarkan wisata edukasi dalam wisata tempat pembuatan garam.

Awalnya tempat pembuatan garam tidak dimaksudkan sebagai tempat wisata, akan tetapi semakin kesini semakin banyak para pelancong mancanegara maupun luar negeri yang datang untuk melihat bagaimana proses pembuatan garam laut. Salah seorang warga mengatakan bahwa proses pembuatan ini sudah turun temurun dilakukan oleh leluhur dahulu sampai sekarang, dan hebatnya mereka juga mengekspor hasilnya keluar negeri.

Di tempat pembuatan garam ini sangat dekat dengan salah satu warung makan terkenal yaitu Warung Makan Tasik, yang lebih tepatnya berada di Dusun Penyumbahan terletak di pesisir pantai. Yang dimana tempat tersebut sangat strategis untuk membuat garam dan juga para wisatawan yang lapar bisa mampir ke warung makan tasik.

Hal yang menarik dari preoses pembuatan garam yang ada di Desa Les yaitu, proses pembuatannya masih menggunakan alat-alat tradisional yang dimana membuat rasa garam dari Desa Les masih original dan terkenal dengan cita rasanya yang unik. Selain dapat melihat proses pembuatan garam, para pengunjung bisa mencoba langsung bagaimana serunya membuat garam dengan cara tradisional. Dan juga mendapatkan edukasi tentang proses pembuatan garam.

Nah selain itu pantai utara Bali juga terkenal sebagai tempat sunrise dan sunset terbaik karena bisa disaksikan keduanya meski dalam waktu yang berbeda. Meskipun bali terkenal akan pantai yang indah dengan kursi duduk yang berada di dekat pantai dan juga para pedagang, di pantai tasik kalian tidak akan menemukan hal tersebut. Yang kalian lihat hanyalah gelombang air dan juga suara gemercik ombak yang menambah suasana damai.

“Karena pembuatannya masih menggunakan proses alam, akan lebih khas jika kita juga memakai alat dan bahan tradisional dalam pembuatannya,” ucap WS (65) saat saya tanya mengapa lebih memilih alat tradisional. 

Proses pembuatannya pun terbilang cukup mudah, hanya terkadang karena memanfaatkan sinar matahari hujan terkadang turun dan tak bersahabat. Dari proses penguapan itu menghasilkan kandungan garam yang menempel di tanah. Lalu dikeringkan dan digemburkan seperti biji kopi. Kemudian dinaikkan ke dalam penyaringan yang berbentuk kukusan, dinaikkan, lalu diinjak-injak, dipadatkan, dikucuri air laut, dan terakhir menunggu tetesan di bawah kukusan dijemur, dan jadilah garam.

 "ada juga beberapa teknik penjemuran garam yang menyebabkan rasanya beda. ada yang dijemur lewat terpal dan ada juga yang dijemur menggunakan batang kelapa sebagai alas,” sambung WS (64) sambil memadatkan beberapa tumbukan air laut yang mulai membentuk garam.(Wahyu) 
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Wisata Pembuatan Garam Desa Les Yang Auntentik

Trending Now


 

Iklan

Iklan