Advertisement

Wanita

Menu Atas

Mengungkap Sejarah Destinasi Wisata Religi Pura Ponjok Batu

One Redaksi
Selasa, 03 Januari 2023 | Selasa, Januari 03, 2023 WIB Last Updated 2024-12-24T11:13:25Z


Portal Bali 
- Bali sebagai pulau yang indah memiliki banyak tempat wisata yang dapat dikunjungi oleh para wisatawan, biasanya mereka mengunjungi beberapa pantai yang memang banyak digemari dan diidamkan oleh wisatawan. 


Tetapi tidak hanya wisata berupa Pantai, Bali sebagai pulau dewata, juga memiliki Destinasi Wisata Religi yaitu salah satunya Pura Ponjok Batu yang terletak di Jalan Air Sanih Pacung, Tejakula, Kecamatan Tejakula, Kabupaten Buleleng. Lokasi Pura ini sangatlah indah karena berdiri di pinggir pantai yang menonjol ke Laut. 

Pura ini sangatlah indah, apalagi sudah adanya renovasi sehingga tempat parker cukup luas dan sangat nyamanuntuk dikunjungi. Pura ini sungguh sangat unik dengan beberapa peninggalan yang cukup mampu meningkatkan rasa penasaran para wisatawan. 

Sejarah dari Pura Ponjok Batu ini, dapat bermanfaat bagi edukasi para wisatawan dan tak jarang masyarakat di Bali akan mengunjungi pura ini saat Tamasya maupun study tour. 

Menurut salah satu pemandu wisata disana yakni I Nyoman Ernaya mengungkapkan terkait sejarah Pura Ponjok Batu ini, bahwa “Pura ini tidak memiliki sejarah pasti kapan berdirinya, namun Pura ini dikirakan keberadaannya dengan beberapa penemuan, yaitu Sarkofagus, dimana diemukan saat pemugaran pada tahun 1995 yang diperkirakan berasal dari zaman batu yaitu pada tahun 2500 - 300 tahun SM.

Jadi dengan adanya penemuan tersebut diperkirakan bahwa disekitar pura Ponjok Batu ini sudah ada kehidupan sejak 500 tahun yang lalu. 

jika dilihat dari kerajaan diperkirakan sudah ada sejak dinasti warmadewa sekitar 923 masehi. Kalau dilihat dari cerita rakyat konon beliau mengecap keseimbangan belahan utara  pulau bali dari segara Penimbangan dikatakan bahwa belahan timur masih lebih ringan maka dijatuhkanlah bebatuan, sehingga pura ini disebut dengan Pura Ponjok Batu, yaitu Pura yang di bangun diatas tumpukan batu yang menonjol ke Laut.

Namun di daerah ini juga terdapat cerita mengenai perjalanan salah satu tokoh Hindu Jawa yaitu Dang Hyang Nirartha,konon katanya saat beliau bermeditasi di pura tersebut pada saat melaksanakan perjalanan suci.

Beliau menemukan adanya perahu terdampar yang mana awak perahu tersebut dari warga sasak lombok.” Beliau menuturkan dengan sangat jelas terkait sejarah Pura Ponjok Batu ini.

Dari penuturan beliau kita dapat mengkaji berdasarkan sisi arkeologis bahwa sarkofagus tersebut merupakan benda peninggalan purbakala dari Zaman perundagian di kawasan Bali. Sarkofagus merupakan tempat disemayamkannya jasad dari tokoh yang dihormati masyarakat, seperti kepala adat/ kepala suku.

Dapat kita asumsikan bahwa di kawan Pura Ponjok Batu ini, didukung oleh keberadaan penduduk yang hidup saat adanya budaya sarkofagus ini. 

Untuk mengamankan peninggalan berupa sarkofagus ini, maka penduduk setempat meletakkannya di bagian depan pura yang di letakkan di tempat khusus dan dianggap sakral oleh penduduk di Bali. 

Selain peniggalan berupa sarkofagus , terdapat pula sebuah perahu yang berada di tengah lautan yang tepat berda di samping pura tempat pembersihan diri ( melukat). 

Perahu ini diperkirakan berasal dari cerita kedatangan awak perahu yang berasal dari Lombok, dimana dikatakan bahwa penduduk suku sasak datang dengan membawa perahu, namun perahunya karam sehingga tidak bisa kemana – mana, yang mana sebelumnya para awak perahu tersebut melihat batu bersinar di tengah laut.

Kemudian batu tersebut didatangi dan kemudian terbelah. Akhirnya para awak perahu ditolong oleh Dang Hyang Nirartha dan awak kapal tersebut dapat diselamatkan. Batu tersebut sekarang masih ada di Pura Ponjok Batu. 

Selain itu, ada cerita rakyat pula yang menceritakan terkait Puraini, sejarah pura Ponjok Batu berkembang berasal dari cerita Ida Bhatara di Bali yang menimbang kawasan Utara Bali dari pura Penimbangan di desa Panji Buleleng. 

Setelah ditimbang ternyata bagian timur kawasan ini lebijh ringan dibagian bagian barat sehingga Ida Bhatara berkenan menambahkan tumpukan batu disisi timur, hal inilah yang melatar belakangi nama Pura Ponjok Batu ini. Nama tersebut sungguh sangat baik ketika didengar.

“Jadi didalam Pura Ponjok Batu ini memiliki 11 Pelinggih Utama yang terdapat di Bagian paling dalam Pura.  Adapun 11 Palinggih ini terdiri atas, Palinggih Padmasana, Palinggih Danghyang Nirartha, Palinggih Siwa, Palinggih Dewa Ganesha dan Lembu Nandini, Palinggih Sang Hyang Baruna, Palinggih Mpu Kuturan, Palinggih Ratu Ayu Penganter/ Penganten, Palinggih  Ida Ratu Bhatara Gede Ngurah, Palinggih Ratu Bagus Mas Subandar, Palinggih Bagus Mas Pengukiran, Palinggih Ratu Bagus Mas Penyarikan.” Imbuh I nyoman Ernaya. 

Sebelum melakukan persembahyangan pemedek/ orang yang ingin sembahyang hendak melakukan pembersihan diri dengan  melukat di tempat yang sudah disiapkan, setelah itu, pemedek akan langsung diarahkan menuju ke tempat - tempat sesuai dengan alur persembahyangan. 

Untuk masuk ke daerah Pura Ponjok Batu pengunjung maupun pemedek tidak dipungut biaya, namun biasanya mereka memberikan dana punia sebagai bentuk rasa menghargai ataupun rasa bhakti saat berkunjung ataupun bersembahyang di pura Ponjok Batu ini.

Demikianlah sejarah berdirinya Pura Ponjok Batu, sehingga dapat meningkatkan edukasi serta memecahkan segala rasa penasaran masyarakat terkait asal mula nama Pura Ponjok Batu ini.(Kayana
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Mengungkap Sejarah Destinasi Wisata Religi Pura Ponjok Batu

Trending Now


 

Iklan

Iklan