BERITANUSRA.ID— Acara puncak Sorok Nyale dalam rangkaian Festival Bau Nyale di Pantai Kura-Kura, Kabupaten Lombok Timur, terpaksa gagal dilaksanakan akibat cuaca ekstrem yang melanda kawasan pesisir pada Sabtu malam.
Sekitar pukul 21.15 WITA, hujan dengan intensitas sedang mulai mengguyur lokasi acara. Tidak berselang lama, hujan disertai angin kencang menerjang area festival hingga menyebabkan sejumlah tenda pemukiman dan tenda kegiatan masyarakat beterbangan dan mengalami kerusakan.
Kondisi tersebut memicu kepanikan di kalangan masyarakat, khususnya warga yang masih berada di area pemukiman sekitar lokasi acara. Dalam situasi kacau tersebut, beberapa orang tua dilaporkan kehilangan anaknya akibat terpisah dari rombongan saat hujan dan angin kencang melanda.
Atas kejadian itu, masyarakat segera melaporkan kondisi tersebut ke camp atau tenda anggota Brimob yang sedang siaga dan melakukan pengamanan di lokasi Festival Bau Nyale. Personel Brimob bersama panitia segera melakukan pendataan, pencarian, serta pengamanan guna membantu masyarakat dan memastikan anak-anak yang terpisah dapat ditemukan kembali.
Akibat cuaca buruk dan demi faktor keselamatan, sebagian besar pengunjung memilih meninggalkan lokasi acara karena tempat istirahat sudah tidak aman digunakan serta kekhawatiran akan potensi cuaca ekstrem yang berlanjut.
Meski acara puncak Sorok Nyale tidak berjalan sesuai rencana, tidak dilaporkan adanya korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Aparat keamanan bersama panitia terus melakukan pemantauan hingga situasi dinyatakan relatif aman dan kondusif.
Festival Bau Nyale merupakan tradisi budaya tahunan masyarakat Lombok yang selalu menarik perhatian masyarakat lokal maupun wisatawan. Namun, kejadian ini menjadi pengingat bahwa faktor alam dapat menjadi tantangan serius dalam pelaksanaan kegiatan berskala besar, terutama di wilayah pesisir.
Panitia dan aparat keamanan mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap perubahan cuaca, khususnya saat mengikuti kegiatan di ruang terbuka.


%20(1).png)

