Advertisement

Wanita

Menu Atas

Perayaan Shejit YM Toa Kongco Buka Rangkaian Imlek di Singaraja

Rabu, 04 Februari 2026 | Rabu, Februari 04, 2026 WIB Last Updated 2026-02-07T06:00:24Z


Beritanusra.id -- Singaraja, Bertepatan dengan Purnama terakhir di tahun Lunar, Umat Tri Dharma Singaraja di Tempat Ibadat Tri Dharma (TITD) Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong mengawali rangkaian Tahun Baru Imlek 2577 dengan perayaan ke-6 hari ulang tahun bertahtanya atau shejit Yang Mulia (YM) Toa Kongco Tan Hu Cin Jin ke-153 tahun.


Ketua TITD Ling Gwan Kiong, Wirasanjaya atau yang akrab disapa Tjong San mengatakan, Harmoni Imlek Nusantara menjadi tema yang dipilih untuk mempererat tali persaudaraan dan keharmonisan di seluruh penjuru Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.


"Melalui perayaan Imlek ini, kita ingin menjalin hubungan yang harmonis di Nusantara. Kita tetap merayakan tradisi ini sesuai dengan rangkaian acara yang telah turun-temurun," ujar Tjong San, Senin 2 Februari 2026 saat bertemu dengan wartawan.


Rangkaian kegiatan akan dimulai pada tanggal 10 Februari 2026, atau tujuh hari sebelum hari raya Imlek, dengan ritual "Mengantar Dewa Naik." Ritual ini dilakukan untuk menghantarkan para Dewa-Dewi melapor kepada Sang Pencipta mengenai kejadian dan kehidupan manusia di bumi selama setahun terakhir.


Puncak perayaan Imlek akan berlangsung pada malam, Senin 16 Februari 2026. Untuk mengantisipasi kerumunan dan memberikan kenyamanan bagi umat, pihak klenteng membagi sesi persembahyangan bersama menjadi tiga waktu, yakni pukul 19.00, 20.00, dan 21.00 WITA, sebelum memasuki detik-detik pergantian tahun pada tengah malam. Pada momen ini, ada pementasan tarian barongsai untuk penyelaan petasan dan kembang api hingga sembahyang mohon petunjuk memasuki tahun kuda api.


Selain itu, rangkaian akan dilanjutkan dengan perayaan Cap Go Meh pada 3 Maret 2026. Pada hari tersebut, akan dilaksanakan ritual "Tolak Bala" massal atau Chiswak mulai pukul 10.00 hingga 13.00 WITA.


"Ritual ini bertujuan untuk melakukan penyelarasan hidup bagi umat yang shio-nya bertentangan dengan siklus tahun ini (Tahun Kuda). Shio yang mengalami Ciong besar adalah Kuda dan Tikus, sedangkan Ciong kecil adalah Kelinci dan Ayam," jelasnya.


Lebih lanjut, Tjong San menekankan bahwa Imlek merupakan perayaan tradisi masyarakat Tionghoa, bukan semata-mata perayaan agama. Hal ini diperkuat dengan Keputusan Presiden No. 19 Tahun 2002.


"Imlek adalah perayaan syukur atas berakhirnya musim dingin dan dimulainya musim semi atau musim tanam. Siapa pun agamanya, jika dia keturunan Tionghoa, ini adalah tradisinya," tambah Tjong San.


Sementara dalam perayaan shejit di Ling Gwan Kiong diawali dengan persembahyangan bersama para Pengurus TITD Seng Hong Bio - Ling Gwan Kiong Singaraja dan dilanjutkan pada pukul 18.00 WITA para umat melakukan sembahyang sujud bakti yang dirangkaikan dengan ramah tamah termasuk pementasan barongsai dan liong dari Tim Bahana Surya Dharma.

Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Perayaan Shejit YM Toa Kongco Buka Rangkaian Imlek di Singaraja

Trending Now


 

Iklan

Iklan