Advertisement

Wanita

Menu Atas

Dodol Penglatan Makanan Khas Tradisional Desa Penglatan Yang Melegendaris

One Redaksi
Kamis, 05 Januari 2023 | Kamis, Januari 05, 2023 WIB Last Updated 2024-12-24T11:13:25Z
Portal Bali-Bulelengvmemiliki aneka pilihan kuliner tradisional, termasuk di antaranya jajanan manis bernama dodol. Dodol khas Bali memiliki perpaduan rasa manis dan legit dengan aroma yang wangi. Timbulnya industri dodol ini selalu memiliki latar belakang, tidak hanya latar belakang sejarah tetapi latar belakang ekonomi,social,kebudayaan dan keagamaan. Industry dodol Desa Penglatan ini berkembang dari tradisi lokal,yaitu dari usaha kecil yang hanya di gunakan sebagai keperluan pribadi atau untuk keperluan tertentu yang masih lingkup pemasarannya di sekitar Daerah sendiri. Kemudian kurang lebih pada tahun 2000 industri dodol ini berkembang menjadi industry yang besar yang di awali oleh munculnya krisis ekonomi yang di alami Indonesia. Krisis ini menimbulkan kesusahan masyarakat di Desa Penglatan sehingga memanfaatkan dodol sebagai usaha sampingangan guna memenuhi kebutuhan hidupnya. 

Puncaknya pada sekitar tahun 2004 industri dodol ini mengalami perkembangan pesat hingga produksinya bisa mencapai berton-ton, terutama pada hari raya Galungan dan masayarakat berusaha mencari solusi, kemudian masyarakat desa Penglatan yang menyerap banyak tenaga kerja. Kuningan sehingga banyak bermunculan home industry di Perkembangan dodol Penglatan ini tidak terlepas dari dodol sebagai proses industry secara ekonomi yang melibatkan faktor-faktor produksi. Salah satu faktor di industri dodol ini adalah dengan ditunjang adanya distributor yang tinggal di Daerah lain seperti Kota Denpasar. Ini juga salah satu faktor dodol Penglatan ini bisa di kenal luas dan menjadi terkenal di Bali. 

Bendesa Adat Penglatan, Nyoman Budarsana mengatakan, dodol bikinan Desa Penglatan berbeda dibandingkan dodol produksi di tempat lain. Dodol produksi Desa Penglatan lebih higienis. 
"Warga Desa Penglatan banyak yang memiliki home industry dodol, yang sudah didistribusikan ke seluruh Bali. Bahan-bahannya menggunakan bahan lokal dan tidak memakai bahan pengawet. Cara pengolahannya secara tradisional, tetapi mengutamakan kualitas rasa," ujarnya.

Dodol khas Bali biasanya terbungkus kulit jagung kering, seperti yang dibuat perajin dodol di Desa Penglatan, Kecamatan Buleleng, Kabupaten Buleleng. Dodol yang dibungkus menggunakan kulit jagung kering itu ternyata dapat membuat dodol lebih awet. Terlebih lagi, proses pembuatan dodol yang dilakukan warga Penglatan masih dengan cara tradisional dan tanpa menggunakan pengawet apapun. 
"Lebih awet kalau pakai kulit jagung. Kalau pakai plastik awet cuma tidak lama, paling lama dua minggu. Kalau pakai kulit jagung bisa sampai sebulanan, karena kan kita tidak pakai pengawet apapun," kata salah salah satu penjual dodol di Desa Penglatan, Putu Sudiarti, Kamis (29/12/2022). 

Dodol Bali buatan warga Desa Penglatan memiliki beragam varian rasa, seperti dodol injin (original), dodol merah, dodol hijau, dodol nangka, dan dodol kacang. Seikat dodol berisi 30 butir dijual dengan harga Rp 30.000. Jajanan ini juga kerap dijadikan sebagai oleh-oleh bagi para pelancong yang datang ke Buleleng. 

Menurut Putu Sudiarti, masyarakat di Desa Penglatan memang sejak dulu bisa membuat  dodol ini. Bahkan, sebagian besar warganya mempunyai keahlian untuk membuat dodol. Terlebih lagi, dodol juga kerap dijadikan sebagai pelengkap dalam sesajen upacara keagamaan, terutama pada saat Hari Raya Galungan. 

Meskipun kini kemasan dodol Desa Penglatan sudah di variasikan dengan kemasan menggunakan cup kecil atau di kemas menggunakan plastik lalu di ikat dengan tali rapia dengan bermacam-macam warna, tetapi ke khasan dari dodol Desa Penglatan tetap ada. Namun tidak semua penjual dodol di Desa Penglatan merubah kemasannya menggunakan plastik/cup tersebut. 

“Satu bulan menjelang hari raya galungan dan kuningan sudah banyak yang memesan dodol, rumah saya ini hamper setiap hari di penuhi dengan dodoldodol pesanan, bahkan beberapa hari sebelum hari raya galungan pun kami sudah harus mengirimkan dodol keluar daerah singaraja dengan nominal kilogram yang tidak sedikit jumlahnya” Ujar Putu Sudiarti. 

Adanya usaha pembuatan dodol tentu berdampak positif bagi Desa Pengelatan, karena 80% masyarakat desa yang menggeluti usaha pembuatan dodol di dalam proses pembuatan hingga pengemasan membutuhkan tenaga kerja yang tidak sedikit, sehingga masyarakat desa setempat memiliki lapangan pekerjaan khususnya bagi ibu rumah tangga. Usaha dodol di Desa Pengelatan sudah sangat terkenal diluar Desa Pengelatan bahkan sudah sampai ke seluruh Bali. Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, rata - rata di jual Rp 25.000/ kg dan biasanya konsumen membeli dodol secara kiloan atau boleh juga secara eceran tergantung permintaan konsumen. Agar tidak penasaran dengan berbagai varian rasa dodol Pengelatan lebih baik langsung mencoba sendiri, dijamin tidak akan menyesal dan bisa ketagihan. Jika berminat bisa langsung mengunjungi Desa Pengelatan. (HB-2022)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Dodol Penglatan Makanan Khas Tradisional Desa Penglatan Yang Melegendaris

Trending Now


 

Iklan

Iklan