Advertisement

Wanita

Menu Atas

Suka-Duka Kehidupan Masyarakat Bali yang Bertransmigrasi di Tanah Sumatera

One Redaksi
Selasa, 03 Januari 2023 | Selasa, Januari 03, 2023 WIB Last Updated 2024-12-24T11:13:25Z

Portal Bali 
- Bali merupakan nama sebuah daerah dan suku bangsa yang memiliki keunikan tersendiri dibandingkan dengan suku bangsa lain di Indonesia luasnya pantai megahnya gunung, banyaknya destinasi wisata yang memanjakan mata yang dapat kita temui jika kita berkunjung ke bali. 

Namun hal tersebut tidak dapat menjamin kemakmuran warga bali dari segi finansial yang mengakibatkan puluhan warganya di tahun 1992 harus meninggalkan tanah kelahiran mereka untuk mencari rezeki lebih.

Bermula dari kesulitan ekonomi memicu puluhan KK warga bali berbondong-bondong mengikuti program Transmigrasi pada masa pemerintahan Bapak Jendral Besar TNI H.M. Soeharto. 

Program transmigrasi tersebut terlaksana di provinsi Sumatera selatan tepatnya di desa penilikan, kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), berhari-hari berlayar menggunakan kapal laut tidak menyurutkan antusias warga dalam melaksankan program transmigrasi tersebut.

“Meskipun bali adalah tanah kelahiran saya, tetapi pada saat itu saya di sana tidak mempunyai apa-apa saya mempunyai saudara kandung laki-laki banyak sedangkan saya anak pertama yang sudah berkeluarga tidak memungkinkan untuk saya tinggal satu atap di rumah orang tua saya yang kecil jadi saya memutuskan untuk ikut program transmigrasi ini harapan saya pada saat itu dapat merubah nasib” Ujar Putu Dana (72 tahun).

Diketahui program transmigrasi tersebut memfasilitasi setiap warga yang telah mendaftarkan diri seperti mendapatkan tanah pekarangan, Rumah berbahan dasar kayu, tanah seluas 1 hektar beserta bibit pohon karet, dan tanah seluas 1 hektar lagi beserta bibit pohon kelapa sawit. 

Seperti pernyataan salah satu warga Presiden Soeharto pada saat itu sangat memanjakan warganya maka dari itu mereka pada saat itu hingga sekarang masih sangat menghormati beliau walaupun banyak desas desus berita miring yang beredar di media yang menyangkut tentang presiden Soeharto. 

Di ketahuhi hingga sekarang warga transmigrasi tersebut hidup dengan sangat layak dan mempunyai usaha dan pekerjaan tetap disana Sebagian besar masyarakatnya hidup dengan bermatapencaharian sebagai petani karet dan kelapa sawit ada juga yang hingga menjadi PNS.


Kendati demikian warga transmigrasi tersebut tidak lah secara instan mendapatkan harta kekayaannya dikarenakan pada saat itu lahan tersebut diserahkan oleh pemerintah berupa hutan jadi warga harus benar-benar dari nol merintis perkebunan tersebut.

Ia  mulai dari menebang hutan milik, hingga menanam jatah bibit yang telah di berikan oleh pemerintah tidak selesai disana warga juga harus menunggu bertahun-tahun, hingga belasan tahun baru bisa menuai kerja keras mereka. 

Mulai dari pembersihan lahan, pembibitan, pengairan, hingga pemupukan telah dilakoni warga dengan sabar tidak sedikit modal dan tenaga yang telah dikeluarkan oleh warga hingga mendapatkan hasil yang memuaskan seperti sekarang ini.


Hingga kini warga bali sudah banyak merantau ke Sumatera selatan baik itu dari warga yang mengikuti program transmigrasi, maupun warga pendatang yang berniat merantau dan berkerja menjadi seorang buruh kebun karet dan kelapa sawit.

Kebanyakan pun warga disana sudah menjadi warga tetap sampai-sampai desa penilikan dijuluki sebagai Kampung Bali karena struktur keadaan desanya sangat mirip dengan desa-desa yang ada di bali yaitu terdapat pura/sanggah yang berdiri kokoh nan megah dihalaman rumah warga kampung bali. 

Berikut ini adalah salah satu pernyataan dari warga yang berhasil kami wawancari
“apakah bapak ada rencana pulang lagi ke bali?”

“rencana sih ada itu pun kalo ada kepentingan yang mengharuskan kita pergi ke bali seperti menghadiri upacara keagamaan dan lain sebagainya habis itu pulang lagi ke sini karena rumah kita sudah di sini (sumatera.red) sekarang” ujar Putu mara (65 Tahun)

Dari berita ini kita dapat petik bahwa usaha tidak akan mengkhianati hasil asal kita mau mencoba hal baru  keluar dari zona nyaman dan mau berkerja keras pastilah akan mendapatkan hasil yang setimpal jangan takut untuk gagal, karena ketakutan itu lah yang menyebabkan kita tidak bisa maju dan stuck disana saja. (ILFL)
Komentar
komentar yang tampil sepenuhnya tanggung jawab komentator seperti yang diatur UU ITE
  • Suka-Duka Kehidupan Masyarakat Bali yang Bertransmigrasi di Tanah Sumatera

Trending Now


 

Iklan

Iklan