Foto Para Juara di Atas Podium Diantarnya Siswa SD Plus Al Ishlah
BERITANUSRA.ID- Prestasi membanggakan diraih oleh delapan pesilat cilik dari SD Plus Al Ishlah yang tampil gemilang di Kejuaraan Daerah (Kejurda) Tapak Suci XI, yang berlangsung pada 20–22 Mei 2025 di GOR Pelita Bondowoso.
Mereka sukses menyabet medali dan mengharumkan nama sekolah. Keikutsertaan tahun ini pun menjadi catatan manis bagi SD Plus Al Ishlah.
Kejurda Tapak Suci Bondowoso tahun ini diikuti oleh 405 peserta dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari tingkat TK, SD, SMP, SMA, hingga perguruan tinggi atau mahasiswa yang berasal dari seluruh cabang Tapak Suci di Kabupaten Bondowoso.
Delapan peserta yang berlaga dari SD Plus Al Ishlah adalah:
1. Azka Dafian – Juara 1 (Kelas 1)
2. Aditya – Juara 1 (Kelas 3)
3. Muhammad Naufal – Juara 1 (Kelas 3)
4. Ahmad Fadi – Juara 2 (Kelas 3)
5. Fahri Wahyudi – Juara 2 (Kelas 3)
6. Fahri Bafadal – Juara 1 (Kelas 3)
7. Fazle – Juara 1 (Kelas 5)
8. Rakha – Juara 2 (Kelas 5)
Pelatih Tapak Suci SD Plus Al Ishlah, Farhan, mengaku bangga atas pencapaian anak didiknya yang dinilai tampil penuh semangat dan percaya diri.
“Alhamdulillah semua anak tampil maksimal. Mereka bukan hanya bertanding, tapi menunjukkan kedisiplinan, teknik, dan mental juara. Ini hasil latihan konsisten dan semangat luar biasa dari mereka,” ujar Farhan.
Apresiasi juga datang dari Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Agus Yanto. Ia menyebut pencapaian ini sebagai bukti bahwa pembinaan karakter melalui kegiatan ekstrakurikuler seperti Tapak Suci sangat efektif.
“Kami bangga. Anak-anak tidak hanya berprestasi di akademik, tapi juga di lapangan. Ke depan, sekolah akan terus mendorong kegiatan positif semacam ini untuk membentuk generasi tangguh dan berakhlak,” katanya.
Para peserta juga membagikan pengalaman mereka selama persiapan dan pertandingan.
Azka Dafian (Juara 1, Kelas 1) berkata: “Saya senang bisa ikut kejuaraan ini. Latihan yang saya lakukan selama ini jadi terbayar. Saya ingin terus belajar supaya bisa juara lagi.”
Sementara itu, Fahri Bafadal (Juara 1, Kelas 3) memiliki cerita inspiratif. Meski seminggu sebelum pertandingan ia sempat sakit dan tidak bisa latihan, ia tetap bertekad untuk tampil maksimal.
“Seminggu sebelum lomba saya sakit, jadi tidak bisa latihan. Tapi saya tidak menyerah dan berusaha sebaik mungkin saat bertanding. Syukur alhamdulillah bisa juara satu,” ungkap Fahri dengan wajah penuh kebanggaan.
Muhammad Naufal, salah satu peraih medali emas lainnya, juga menyatakan kebahagiaannya. “Senang banget bisa juara. Terima kasih buat pelatih, bapak-ibu guru, dan teman-teman yang dukung. Latihan capeknya terbayar,” katanya sambil tersenyum.
Keberhasilan ini menjadi bukti nyata bahwa pembinaan di SD Plus Al Ishlah tidak hanya fokus pada akademik, tapi juga pengembangan karakter dan prestasi di bidang olahraga seni beladiri. Sekolah berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan positif yang membentuk generasi unggul.
Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan olahraga di sekolah berjalan efektif, sekaligus menjadi motivasi bagi generasi muda Bondowoso untuk terus berprestasi.


%20(1).png)

