Beritanusra.id -- Program Widya Laya merupakan program pendidikan formal dengan kekhasan agama Hindu yang dirancang oleh Kementerian Agama untuk jenjang pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah.
Tujuannya adalah mencetak generasi yang cerdas, terampil, bermoral, dan religius dengan mengintegrasikan pendidikan umum dan agama Hindu. Program ini juga mencakup peningkatan kompetensi guru dan penguatan ekosistem pendidikan Hindu secara keseluruhan.
Khusus di Buleleng,DPRD tengah menggodok perda sehingga sekolah Widya Laya di Buleleng mampu melahirkan generasi Hindhu yang betul-betul memahami seni dan Budaya sesuai kurikulum yang diajarkan. Sekolah Widya Laya setara dengan Madrasah yang dimiliki umat Muslim
Tujuannya mencetak generasi yang unggul: Menghasilkan peserta didik yang cerdas, terampil, bermoral, bijaksana, dan religius.
Dijelaskan oleh Ketua DPRD Buleleng Ketut Ngurah Arya, S.M., bahwasanya pihaknya sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dengan menyiapkan Ranperda Inisiatif menjadi Perda Inisiatif tentang Penyelenggaraan Lembaga Pendidikan Widyalaya.
"Dengan Perda Insiatif ini lembaga pendidikan widyalaya betul betul bernaung dalam regulasi yang kuat," Ucapnya.
Diakui bahwa memang dari Kemenag memperbolehkan penyelenggaraan pendidikan widyalaya bisa dilakukan oleh perorangan, pihak masyaraat pemerintah atau yayasan.
Sehingga ruang ini dimanfaatkan oleh pemerintah nanti dalam pemberian bantuan bantuan, atau sokongan yang orientasinya bisa mengangkat Widyalaya ini betul betul menjadi suatu wadah yang pertama di Buleleng guna membangun peradaban baru yang mengerti dan serius belajar tentang keagamaan dan melestarikan adat dan budaya.
"Dibali tetap berjalan dulu berjalan dibawha pasraman tapi terbatas, tapi pesraman bukan merupakan wadah pendidikan yang khusus,karena nantinya ada pakarnya yang berbicara tentang agama serta seni budaya sesuai ketetapan permen kementerian agama hari ini," lanjut Ngurah Arya.
Ditambahkan dalam penguatan lbahasa, seni dan budaya nantinya juga akan melibatkan dinas yang membidangi pendidikan dasar.
"Tujuannya juga agar guru guru yang mengajar di widyalaya akan terdaftar juga didapodik sehingga orang orang yang mendedikasikan dirinya dalam lembaga widyalaya juga bisa diangkat," harapnya.
dikatakan juga dengan adanya kampus IMK (Institut Mpu Kuturan) juga akan melahirkan tenaga pendidik di bidang agama yang juga diharapkan mampu menyelraskan programnya dengan kebutuhan tenaga pendidikan di kurikulum yang ada di Widyalaya.
Diakui meski sat ini ada lemabga pendidikan yang sama dengan konsep pendidikan Widyalaya namun itu diakuinya belum dipayungi dengan Peraturan Menteri (permen) dan masih berbeda dengan kementerian agama.
"Lembaga pendidikan Widyalaya ini merupakan yang pertama nanti kita dirikan dibuleleng dengan payung hukum di kementerian agama."pungkasnya.***


%20(1).png)

